| 90 Mahasiswi Indonesia Tinggal di Asrama Jamiyah Syariyah |
|
|
|
| Rabu, 13 Mei 2009 18:52 |
|
![]()
Dalam rangka melihat dari dekat kondisi mahasiswa Indonesia di Mesir, baik kehidupan sehari-hari maupun cara belajar menjelang masa ujian termin II tahun 2009 ini, Duta Besar RI, Bapak A.M. Fachir, didampingi oleh Atase Pendidikan Dr. Sangidu, M.Hum pada tanggal 10 Mei 2009 mengadakan kunjungan mendadak ke Asrama Keluarga Mahasiswa Minang (KMM), Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) dan Asrama Jamiyah Syariyah di kawasan Hay el-Ashir Nasr City Cairo. Tiba di asrama Jamiyah Syariyah, Duta Besar dan rombongan hanya disambut oleh keamanan asrama di pintu gerbang building 7 tingkat tersebut. Tak satu pun mahasiswi yang menyambut, karena di samping tidak ada pemberitahuan lebih awal, penghuni asrama yang seluruhnya adalah mahasiswi tersebut tidak boleh keluar pada malam hari. Melalui keamanan tersebut, pengurus asrama yang terdiri atas beberapa wanita paruh baya keluar menyambut dengan ramah. Tahu bahwa yang datang adalah Duta Besar, para pengurus lantas bergegas mempersilahkan memasuki ruang tamu, dan memanggil mahasiswi Indonesia yang pada umumnya sedang belajar di kamar dan di ruang belajar asrama. Malam itu, Duta Besar yang dipersilahkan untuk duduk di sofa, memilih lesehan dan mempersilahkan mahasiswi yang sudah menyalaminya untuk bergabung di ruang berukuran 10 x 8 tersebut beralaskan karpet. Tidak lebih dari 10 menit, hampir 90 mahasiswa yang menghuni asrama tersebut sudah berada di ruang pertemuan, dan siap mendengarkan tasyji` atau support dari Bapak Duta Besar. Mengawali sambutannya, Duta Besar mengajak seluruh yang hadir untuk tidak henti-hentinya bersyukur, karena nikmat kesempatan tinggal di asrama tersebut tidak dimiliki oleh semua mahasiswi. Untuk itu, memanjatkan syukur yang tepat adalah dengan mengoptimalkan kesempatan untuk belajar dan memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan. Bapak Duta Besar menambahkan, bahwa orang pintar itu tidak perlu mempromosikan diri, tetapi dengan sendirinya akan dicari oleh masyarakat. Untuk itu, tidak perlu khawatir di Indonesia nanti akan jadi apa, yang penting sekarang tekuni proses untuk menjadi orang pintar. Duta Besar juga menghimbau kepada yang sudah senior untuk memberikan bimbingan kepada yang baru atau lebih junior. Menularkan ilmu itu tidak akan menguras ilmu yang kita miliki, justru sebaliknya, semakin banyak kita memberikan ilmu, maka ilmu kita akan semakin bertambah. Sebelum meninggalkan asrama, Duta Besar memberikan kesempatan kepada yang hadir untuk menyampaikan pertanyaan atau apa saja yang perlu disampaikan, yang kemudian dijawab dengan berbagai arahan yang menyejukkan. Berita Lainnya:
Berita Sebelumnya:
|
















